Tips komputer kali ini adalah menjawab pertanyaan mengenai kenapa komputer tidak bisa booting setelah install ulang. Pertanyaan ini dikirim dari saudara kita yang berada jauh di belahan timur dan kali ini saya akan menyajikan analisa kerusakan yang terjadi beserta jawabannya. Sebelum melangkah jauh menuju proses analisa, lebih baiknya kita harus mengetahui hal dasar atau syarat wajib agar komputer tersebut dapat booting.
- Pertama kita harus mengenal terlebih dahulu mengenai partisi hard disk
Apakah partisi hard disk dan tipe partisi yang dapat digunakan untuk dipasangi sistem operasi terutama sistem operasi yang sering kita gunakan. Partisi merupakan pembagian hard disk menjadi beberapa bisa dua bagian atau lebih tergantung dari keperluan sedangkan kapasitasnya dapat Anda tentukan sendiri berdasarkan keperluan. Hal yang perlu diingat mengenai partisi adalah jenis partisi yang akan Anda digunakan. Sebagai contoh sistem operasi kita adalah Windows maka kita harus mengenal partisi yang dapat digunakan di sistem operasi ini. Di windows terutama yang berumur tidak lebih dari 10 tahun menggunakan partisi tipe NTFS sedangkan yang lebih tua masih menggunakan FAT 32 dan yang terbaru menggunakan partisi GPT (GUID Partition Table). Untuk komputer dengan Windows 7 maka partisi yang digunakan adalah NTFS bisa juga GPT sedangkan untuk Windows 8 hingga Windows 10 maka bisa menggunakn NTFS ataupun GPT tergantung dari keperluan. Apabila OS merupakan OEM maka otomatis partisi Anda adalah GPT karena dpartisi ini mendukung UEFI yang dapat digunakan untuk mereset setelan komputer ke pengaturan awal seperti pada saat pertama kita membelinya. Kelebihan dari partisi GPT adalah Anda dapat membuat partisi hingga sebanyak 128 partisi dalam satu hard drive tanpa ada batasan kapasitas volume hard disk Anda tidak akan mengalami data korup atau kerusakan data yang diakibatkan akvitas penggunaan komputer serta umur daria hard disk karena partisi ini menyimpan berkas Anda secara menyebar dalam hard disk dan apabila ada kerusakan berkas partisi ini akan coba membenahi berkas tersebut dengan menyalin berkas yang sama dari kluster yang lain. Sedangkan NTFS memiliki batasan kapasitas sebesar 2 TB per partisi dan Anda juga barus membuat minimal satu partisi ekstended agar partisi ini dapat terbaca oleh sistem, bila tidak maka partisi Anda akan dibaca rusak. Berbeda lagi apabila Anda ingin menggunakan Linux karena linux mempunyai beberapa partisi asli yang dapat digunakan sesuai keperluan dan keawaten data juga dipengaruhi dengan jenis distro yang menanungi partisi tersebut. Jadi silakan tentukan sendiri jenis partisi yang sesuai dengan keperluan Anda.
![]() |
| Partition |
- Diagnostik masalah
- Sistem operasi Windows hanya dapat berjalan pada partisi yang tergolong primer, jadi apabila Anda memasangnya pada partisi logical atau ekstended maka komputer Anda akan mengalami crash.
- Status partisi dapat dilihat pada gambar di atas.
Apabila status partisi Anda adalah none maka dapat dipastikan bahwa sistem operasi yang Anda pasang tidak akan pernah dapat hidup atau akan terbaca missing operation system. Maka alangkah baiknya apabila Anda memeriksa terlebih dahulu jenis partisi yang Anda gunakan sebelum menginstal ulang komputer Anda.
Semoga artikel ini dapat berguna bagi Anda yang sedang ditimpa musibah dan apabila Anda memiliki pertanyaan silakan tulis di kolom komentar.

Komentar
Posting Komentar